Tuesday, 8 March 2016

Jajanan Tradisional : Es Selendang Mayang

Jajanan Tradisional yang satu ini cukup baru untuk saya. Meskipun sering melihat di televisi, pada acara festival jajanan tradisional, namun baru minggu kemarin saya mencicipinya. Awalnya karena es selendang mayang ini, sedang booming di daerah tempat saya tinggal. 

Ada beberapa pedagang yang selalu mangkal di depan pasar pada siang hari. Kadang bergeser ke arah mushola sebelah rumah. Nah, suatu hari di siang yang panas, suami mengatakan bahwa es selendang mayang itu rasanya seperti bubur sum-sum. 



Mendengar bubur sumsum, terbanyang dong kelezatan dan kegurihan rasa es selendang mayang pasti lebih enak. Disajikan dengan es katanya. Panas-panas. Pulang dari makan siang di luar, lalu saya membeli tiga porsi es selendang mayang.

Saya membawa wadah sendiri dari rumah *untuk menghemat pemakaian plastik. Melihat bagaimana rupa dari es selendang mayang tersebut. Panganan dari tepung sagu aren yang diberi warna hijau, merah dan putih. Kemudian ditaburi gula dan santan lalu diberi es batu. Jajanan tradisional ini berasal dari Betawi kata ibu mertuaku.

Mengenai rasanya, estimasi saya sudah sangat tinggi. Rasa bubur sum-sum, ternyata jauh sekali. Protes dong dengan suamiku. Katanya hampir mirip-lah. Dari mana miripnya ya? tapi so far, untuk memenuhi rasa dahaga di teriknya panas hari, es selendang mayang cocok untuk dinikmati.

Baca juga : Bubur Sumsum Saos Gula Merah

Kenyang dan segar di dapat, jadi dua manfaat ketika menyantap es selendang mayang asli Betawi ini. Yuk, kalau mau mencoba silahkan cari penjual es selendang mayang sendiri yak.

No comments: